kopi robusta palembang anget | kopi daong
RP. 35.000,-
Bila minat bisa hubungi nomor dibawah ini :
WA 083174275891
kopi robusta palembang anget | kopi daong
Sejarah dan Jenis Kopi Dunia & Indonesia
Sejarah kopi di dunia bermula di Ethiopia sejak abad ke-9. Pada saat itu, kopi masih dikonsumsi sebagai ceri. Para pedagang dari Arab kemudian memopulerkan minuman hasil seduhan biji buah ceri tersebut.
Pada pertengahan abad ke-15, kopi pun mulai dikomersilkan ke penjuru dunia melalui pelabuhan Mocha di Yaman. Bagaimanakah kisah perjalanan kopi sehingga menjadi minuman populer di dunia? Dengan membaca artikel sejarah kopi di kopipedia, Anda akan terbantu dalam merunut asal usul minuman legendaris ini.
2. Perbedaan Mendasar antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta
kopi robusta palembang anget | kopi daong Dua jenis kopi yang paling banyak beredar di pasaran adalah biji jenis arabika dan jenis robusta. Dari seluruh jenis kopi yang beredar dan dipasarkan di dunia, sekitar 70% adalah jenis arabika. Sementara robusta menguasai sekitar 28% dan sisanya adalah liberika.
Kedua spesies ini memiliki banyak perbedaan, dari cara penanaman, hasil panen, hingga rasanya. Baik arabika dan robusta, keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Namun kiranya arabika memiliki peminat yang lebih besar dari pada robusta. Itulah sebabnya arabika memiliki lebih banyak varietas dengan rasa yang lebih beragam daripada robusta.
3. Mengenal Varietas Kopi yang Populer di Dunia
Varietas dalam taksonomi biologi merujuk pada subspesies akibat dari mutasi baik secara alami maupun rekayasa manusia. Setiap varietas memiliki karakter dan cita rasa yang berbeda. Oleh karena itulah persilangan dilakukan untuk menghasilkan bibit unggulan dengan kelebihan dari masing-masing tanaman.
Typica dan bourbon merupakan varietas kopi arabika tertua yang diambil dari Ethiopia dan cikal bakal banyaknya varietas kopi arabika yang beredar di dunia. Selain varietas arabika, ada juga varietas hibrida, yaitu persilangan antar spesies yang berbeda. Sebagai contoh, ada varietas hibrido de timor yang merupakan persilangan antara arabika dengan robusta. Masih banyak varietas-varietas yang populer di dunia yang bisa kamu kenali dengan membaca artikel di Kopipedia ini.
4. Beraneka Ragam Jenis Kopi dari Berbagai Sudut Pandang
Jika mendengar atau membaca istilah jenis kopi, akan timbul beberapa sudut pandang. Istilah tersebut bisa merujuk pada spesies, varietas, asal perkebunannya (single origin), atau bahkan jenis dan variasi minumannya.
Beraneka macam sudut pandang tersebut terjadi karena kata jenis memang memiliki makna ambigu. Jika Anda ingin informasi lebih rinci, membaca artikel Kopipedia adalah pilihan yang tepat. Ada banyak informasi-informasi menarik yang bisa menambah wawasan Anda tentang perkopian.
5. 10 Negara Penghasil Kopi Terbesar di Dunia
Sayangnya, tanaman kopi tidak bisa tumbuh baik di sembarang tempat. Letak ideal untuk perkebunan dan budidaya kopi terletak pada 20° Lintang Utara dan 20° Lintang Selatan, artinya iklim ideal perkebunan kopi adalah tropis. Perkebunan juga harus pada ketinggian tanah yang tinggi, untuk robusta di antara 400-800 mdpl dan 1000-2000 mdpl untuk arabika.
Tiga negara penghasil kopi terbesar per tahun 2016 secara berurutan adalah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Indonesia berada di urutan keempat dengan total produksi yang diperkirakan sebesar 660.000 ton per tahun.
6. Daerah Penghasil Kopi Indonesia yang Mendunia
Jika dibandingkan dengan tiga besar negara penghasil kopi terbesar di dunia, Indonesia memiliki ragam kopi yang lebih kaya. Wilayahnya berupa kepulauan sehingga kopi-kopinya tersebar dan tumbuh dengan kondisi tanah yang berbeda sehingga cita rasanya pun beragam. Oleh karena itu, anggapan bahwa Indonesia adalah surganya kopi bukan hanya sekadar bualan.
Daerah-daerah penghasil kopi Indonesia tersebar mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Sebutlah yang populer di antaranya, ada Gayo, Sidikalang, Kintamani, Flores, Wamena, dan masih banyak lagi. Cari tahu daerah penghasil kopi Indonesia